Karhutla Bondowoso Meluas ke Arah Gunung Rante, Petugas Perketat Pemantauan

Nasional62 Dilihat

Bondowoso, 2 Oktober 2026 – Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Bondowoso, Jawa Timur, terus menjadi perhatian setelah pergerakan api terpantau mengarah ke kawasan Gunung Rante di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi. Petugas gabungan meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kobaran merembet lebih jauh ke kawasan hutan. Perubahan arah angin dan kondisi vegetasi yang kering menjadi faktor utama yang terus dipantau. Sejumlah titik rawan juga diawasi untuk menentukan langkah penyekatan apabila api semakin mendekat.

Pemantauan intensif dilakukan Polsek Licin bersama unsur lintas sektoral sejak Rabu (30/9). Petugas menyisir kawasan yang diperkirakan dapat menjadi jalur rambatan api berdasarkan arah tiupan angin. Langkah tersebut dilakukan agar penyekatan maupun pemadaman dapat segera dilaksanakan ketika ditemukan titik api baru. Koordinasi antarinstansi juga diperkuat sehingga informasi mengenai perkembangan kebakaran dapat diterima lebih cepat oleh personel di lapangan.

Pergerakan api menjadi sulit diprediksi karena angin di kawasan pegunungan dapat berubah arah. Kondisi tersebut diperberat oleh vegetasi kering yang memungkinkan api menjalar dengan cepat ketika terkena bara. Petugas karena itu tidak hanya mengamati kobaran yang terlihat, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru. Patroli dan pemantauan dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Hingga pemantauan sebelumnya, api belum ditemukan memasuki kawasan Gunung Rante di wilayah Banyuwangi.

Kebakaran di wilayah Bondowoso sebelumnya juga terjadi di kawasan Batu Rejing, Dusun Plalangan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, pada Sabtu (26/9). Api membakar kawasan yang didominasi ilalang dan membutuhkan penanganan petugas gabungan bersama masyarakat. Medan pegunungan serta kondisi lahan kering menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Personel di lapangan berupaya melokalisasi kobaran agar tidak merambat menuju kawasan lain.

Pada hari yang sama, kebakaran juga melanda Blok R PTPN Regional 5 Blawan serta kawasan wisata Black Lava di Desa Kalianyar. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 11 hektare lahan sebelum titik api utama berhasil dipadamkan setelah penanganan selama sekitar lima jam. Tidak terdapat korban jiwa karena lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman. Meski demikian, petugas tetap meningkatkan koordinasi untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan selama kondisi kemarau berlangsung.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar lereng Gunung Rante diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api baru. Warga juga diingatkan tidak membakar sampah, membuka lahan menggunakan api, maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan rawan. Aktivitas yang menghasilkan percikan api berpotensi memperbesar risiko kebakaran ketika vegetasi berada dalam kondisi kering. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk membantu petugas mendeteksi kebakaran sedini mungkin.

Petugas gabungan akan terus menyesuaikan langkah penanganan dengan kondisi aktual di lapangan, terutama perubahan arah angin dan pergerakan kobaran. Penyekatan menjadi salah satu langkah yang disiapkan apabila api semakin mendekati kawasan Gunung Rante. Koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, pengelola kawasan hutan dan unsur terkait juga terus diperkuat. Upaya tersebut diarahkan untuk mencegah kebakaran di Bondowoso berkembang menjadi karhutla yang lebih luas hingga memasuki wilayah Banyuwangi.