Cristian Volpato Rekan Jay Idzes Dinyatakan Positif Kokain, Tetap Bantah Gunakan Narkoba

Olahraga22 Dilihat

Jakarta, 10 September 2026 – Pemain Timnas Australia Cristian Volpato menjadi sorotan setelah hasil pemeriksaan lanjutan Kepolisian New South Wales mengonfirmasi adanya kokain dalam sampel cairan mulutnya. Pemain berusia 22 tahun yang memperkuat Sassuolo dan menjadi rekan satu tim kapten Timnas Indonesia Jay Idzes tersebut kemudian dikenai denda oleh otoritas Australia. Kasus itu berawal ketika Volpato dihentikan polisi saat mengendarai mobil di Sydney pada Juli 2026. Pemeriksaan awal di pinggir jalan menunjukkan hasil positif terhadap kokain sebelum sampel lanjutan dikirim untuk dianalisis. Volpato sejak awal membantah pernah secara sadar mengonsumsi zat tersebut dan menjalani pemeriksaan independen yang memberikan hasil berbeda. Perbedaan hasil tes tersebut membuat Football Australia kini melakukan verifikasi sebelum menentukan apakah diperlukan langkah disipliner terhadap sang pemain.

Peristiwa bermula pada 24 Juli 2026 ketika polisi menghentikan BMW Coupe yang dikendarai Volpato di Anzac Bridge, Sydney, sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Pemain kelahiran Sydney tersebut diketahui melaju dengan kecepatan sekitar 109 kilometer per jam di kawasan yang memiliki batas maksimal 60 kilometer per jam. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan narkoba melalui sampel cairan mulut dan mendapatkan indikasi positif kokain. Volpato juga dikenai sanksi berkaitan dengan pelanggaran kecepatan serta kehilangan hak menggunakan izin mengemudi internasionalnya di New South Wales selama enam bulan. Sebelum kejadian tersebut, polisi dilaporkan juga sempat menghentikannya di kawasan yang sama beberapa jam sebelumnya karena persoalan kecepatan. Tes alkohol yang dilakukan ketika itu memberikan hasil negatif.

Setelah pemeriksaan awal menunjukkan indikasi kokain, sampel cairan mulut kedua Volpato menjalani analisis lanjutan. Kepolisian New South Wales kemudian memastikan pemeriksaan tersebut kembali memberikan hasil positif. Pada 1 September 2026, pemain berusia 22 tahun itu mendapatkan surat tilang karena mengemudikan kendaraan ketika terdapat zat terlarang dalam cairan mulutnya. Ia dikenai denda sebesar 722 dolar Australia terkait pelanggaran tersebut dan tidak menghadapi proses hukum lebih lanjut dari kepolisian untuk perkara itu. Konfirmasi mengenai hasil pemeriksaan lanjutan kemudian menjadi perhatian besar karena sebelumnya terdapat hasil tes berbeda yang diajukan pihak Volpato. Situasi tersebut membuat persoalan tidak berhenti pada urusan lalu lintas, tetapi turut menjadi perhatian federasi sepak bola dan klubnya.

Volpato tetap membantah bahwa dirinya secara sadar menggunakan kokain. Tidak lama setelah pemeriksaan pertama, ia menjalani tes secara independen di sebuah klinik swasta dan hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan negatif. Setelah kembali ke Italia, Volpato kembali menjalani serangkaian pemeriksaan untuk memastikan kondisinya. Sassuolo menyatakan pemainnya menjalani pemeriksaan medis rutin serta tes urine dan darah khusus dengan persetujuan Volpato. Seluruh pemeriksaan yang dilakukan klub di Italia memberikan hasil negatif. Perbedaan antara hasil pemeriksaan kepolisian Australia dan tes independen maupun pemeriksaan di Italia menjadi bagian penting yang kini harus dipertimbangkan dalam penanganan kasus tersebut.

Sassuolo memastikan Volpato tetap mengikuti aktivitas tim setelah menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut. Klub Italia itu tidak menemukan indikasi positif dalam tes urine dan darah yang dilakukan setelah pemain kembali dari Australia. Pemeriksaan dilakukan sebagai respons terhadap pemberitaan mengenai kasus yang dialami Volpato di negara asalnya. Klub memilih memastikan kondisi pemain melalui prosedur medis sebelum ia kembali mengikuti latihan bersama rekan-rekannya. Dengan hasil negatif tersebut, tidak terdapat hambatan langsung dari Sassuolo yang membuat Volpato harus berhenti menjalani aktivitas sepak bola bersama klub. Namun, hasil positif yang dikonfirmasi otoritas Australia tetap menjadi persoalan tersendiri yang kini ditangani Football Australia.

Football Australia telah mengetahui laporan mengenai hasil pemeriksaan cairan mulut kedua tersebut dan menyatakan sedang mencari verifikasi independen. Federasi memilih berhati-hati sebelum mengambil keputusan karena terdapat proses yang harus dijalankan untuk memastikan keadilan bagi pemain. Persoalan Volpato akan ditangani berdasarkan protokol yang berlaku di lingkungan sepak bola Australia. Federasi juga belum memastikan apakah kasus tersebut akan memengaruhi ketersediaannya untuk pertandingan internasional mendatang. Hal itu penting karena Volpato mulai mendapatkan tempat dalam rencana Timnas Australia setelah sebelumnya menjalani perjalanan panjang terkait pilihan negara yang akan dibelanya. Sampai proses verifikasi selesai, kemungkinan adanya tindakan disipliner masih belum dapat dipastikan.

Nama Volpato cukup dikenal dalam sepak bola Australia karena perjalanan karier internasionalnya sempat menjadi perhatian selama beberapa tahun. Ia lahir di Sydney dan mengembangkan karier sepak bola profesionalnya di Italia, termasuk ketika bergabung dengan akademi AS Roma. Volpato sebelumnya pernah memperkuat tim kelompok umur Italia dan beberapa kali mendapatkan perhatian mengenai kemungkinan membela Gli Azzurri di level senior. Namun, ia akhirnya memilih Australia dan masuk dalam skuad Socceroos. Keputusan tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain muda yang diharapkan dapat memberikan tambahan kreativitas pada lini serang Australia. Kasus pemeriksaan narkoba ini karena itu muncul pada periode penting dalam perkembangan karier internasionalnya.

Di level klub, Volpato saat ini berbagi ruang ganti dengan Jay Idzes di Sassuolo. Keduanya menjadi bagian dari skuad klub Italia tersebut pada musim 2026/2027, meskipun memiliki peran berbeda di lapangan. Volpato beroperasi sebagai pemain menyerang, sedangkan Jay menjadi salah satu pilihan di sektor pertahanan. Sassuolo mengawali kompetisi Serie A musim ini dengan hasil yang cukup kompetitif dan Volpato telah mendapatkan kesempatan tampil pada beberapa pertandingan. Ia bahkan telah memberikan kontribusi gol pada awal musim. Sementara Jay secara bertahap kembali mendapatkan menit bermain setelah sebelumnya sempat menghadapi persoalan kebugaran pada periode pramusim.

Kasus yang melibatkan Volpato muncul ketika Sassuolo sedang mempersiapkan pertandingan penting berikutnya di kompetisi domestik. Situasi tersebut berpotensi menjadi gangguan di luar lapangan, tetapi klub sejauh ini memilih menangani persoalan melalui pemeriksaan medis dan prosedur internal. Hasil tes yang dilakukan di Italia menjadi dasar penting bagi klub karena seluruhnya menunjukkan hasil negatif. Namun, hasil tersebut tidak serta-merta membatalkan temuan pemeriksaan kepolisian New South Wales yang berasal dari sampel ketika kejadian berlangsung di Australia. Waktu pengambilan sampel yang berbeda juga menjadi faktor yang harus diperhatikan ketika membandingkan hasil pemeriksaan. Karena itu, Football Australia memilih melakukan verifikasi independen daripada langsung mengambil kesimpulan berdasarkan salah satu hasil tes.

Perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada hasil penelaahan Football Australia dan penerapan regulasi yang relevan terhadap Volpato. Sang pemain untuk sementara tetap mempertahankan bantahannya dan menegaskan tidak pernah secara sadar mengonsumsi kokain, sementara Sassuolo memiliki hasil pemeriksaan medis negatif setelah ia kembali ke Italia. Di sisi lain, Kepolisian New South Wales telah mengonfirmasi hasil positif dari sampel cairan mulut lanjutan dan menjatuhkan denda terkait mengemudi dengan zat terlarang terdeteksi dalam cairan mulut. Perbedaan fakta pemeriksaan tersebut membuat kasus harus ditempatkan secara hati-hati tanpa menyimpulkan bahwa hasil positif otomatis membuktikan pola penggunaan narkoba oleh pemain. Volpato masih dapat menjalani aktivitasnya bersama Sassuolo, sedangkan statusnya bersama Timnas Australia menunggu proses yang dilakukan federasi. Bagi klub yang juga diperkuat Jay Idzes, fokus kini tetap diarahkan pada pertandingan berikutnya sambil menunggu kepastian mengenai penanganan kasus Volpato di Australia.