Kodam Papua Tengah di Nabire Dijadwalkan Diresmikan pada 5 Oktober

Nasional21 Dilihat

Jayapura, 28 September 2026 – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan Kodam Papua Tengah dijadwalkan diresmikan pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan HUT Ke-81 TNI. Kodam baru tersebut akan berkedudukan di Nabire dan membawahi satuan TNI Angkatan Darat yang berada di wilayah Provinsi Papua Tengah. Berbagai persiapan pembentukan struktur komando baru itu masih terus dilakukan menjelang peresmian. Penataan tersebut akan mengubah sebagian struktur kewilayahan yang saat ini berada di bawah Kodam XVII/Cenderawasih.

Kodam Papua Tengah nantinya antara lain membawahi Korem 173/Praja Vira Braja beserta sejumlah komando distrik militer di Papua Tengah. Enam kodim yang disebut akan masuk ke jajaran tersebut yakni Kodim 1705/Nabire, Kodim 1703/Deiyai, Kodim 1718/Intan Jaya, Kodim 1714/Puncak Jaya, Kodim 1717/Puncak, dan Kodim 1710/Mimika. Satuan-satuan tersebut akan berada dalam struktur Kodam Papua Tengah setelah pembentukan organisasi baru direalisasikan. Dengan demikian, komando kewilayahan TNI AD di Papua akan mengalami penataan sesuai wilayah tanggung jawab masing-masing.

Pembentukan Kodam Papua Tengah merupakan bagian dari rencana TNI AD menambah lima kodam baru. Selain Papua Tengah, wilayah yang dipersiapkan untuk pembentukan kodam adalah Flores di Nusa Tenggara Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau. Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebelumnya mengatakan tugas kodam baru pada prinsipnya akan sama dengan kodam yang telah beroperasi. Fungsi tersebut terutama berkaitan dengan kegiatan teritorial dan pelaksanaan tugas kewilayahan.

Seiring pembentukan Kodam Papua Tengah, TNI AD juga menyiapkan dua Batalyon Teritorial Pembangunan dan satu Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan baru. Ketiga satuan tersebut nantinya tetap berada di bawah Kodam XVII/Cenderawasih. Pembentukan diperlukan karena dua Yon TP dan satu Brigif TP yang saat ini berada di wilayah Papua Tengah akan masuk dalam jajaran kodam baru. Langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian organisasi setelah wilayah tanggung jawab Kodam XVII/Cenderawasih berubah.

Febriel mengatakan persiapan pembentukan Kodam Papua Tengah maupun satuan teritorial pembangunan di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih terus berjalan. Menurut dia, keberadaan Batalyon Teritorial Pembangunan juga telah digunakan untuk membantu masyarakat dalam sejumlah kondisi darurat. Prajurit antara lain terlibat dalam penanganan kebakaran serta kebakaran hutan dan lahan. TNI menyatakan fungsi satuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan, tetapi juga mencakup dukungan kepada masyarakat sesuai penugasan yang diberikan.

Terkait situasi keamanan di Papua, KSAD sebelumnya menjelaskan bahwa Kodam Papua Tengah tidak dirancang untuk secara langsung mengambil alih penanganan konflik dengan kelompok bersenjata yang oleh pemerintah disebut Organisasi Papua Merdeka. Penanganan operasi tersebut disebut tetap berada di bawah satuan tugas khusus TNI, termasuk Satgas Habema. Kodam akan menjalankan fungsi teritorial pada wilayah yang dinyatakan aman untuk kegiatan kewilayahan. Pembagian tugas itu menjadi bagian dari pengaturan struktur operasi dan teritorial TNI di Papua.

Rencana peresmian Kodam Papua Tengah dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan HUT Ke-81 TNI pada 5 Oktober mendatang. Puncak peringatan HUT TNI tahun ini sendiri telah dipindahkan dari kawasan Monas ke Mabes TNI Cilangkap dan akan diselenggarakan secara lebih sederhana karena banyak prajurit masih terlibat dalam penanganan bencana. Meski konsep peringatannya berubah, rencana pengumuman lima kodam baru disebut tetap berjalan. Kodam Papua Tengah menjadi salah satu struktur baru yang dipersiapkan dalam penataan organisasi kewilayahan TNI AD pada 2026.