Samarinda, 6 September 2026 – Shin Tae-yong mengawali debutnya bersama Persija Jakarta di Super League 2026/2027 dengan hasil positif setelah membawa Macan Kemayoran mengalahkan Borneo FC 1-0 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu, 5 September 2026. Kemenangan tersebut tidak hanya memberikan tiga poin pertama bagi Persija pada musim baru, tetapi juga mengakhiri catatan buruk klub ibu kota ketika bertandang ke markas Borneo FC. Persija sebelumnya tidak pernah meraih kemenangan di kandang Pesut Etam sejak 12 September 2018. Artinya, hasil pada laga pembuka musim ini sekaligus memutus penantian selama sekitar delapan tahun. Alexander Jeremejeff menjadi penentu kemenangan melalui satu-satunya gol yang tercipta pada babak pertama. Shin memberikan apresiasi kepada para pemainnya karena mampu menjaga fokus ketika Borneo meningkatkan tekanan. Hasil tersebut menjadi awal penting bagi Persija dalam membangun momentum pada kompetisi musim ini.
Persija memulai pertandingan dengan keberanian menguasai permainan dan berusaha membangun serangan sejak menit awal. Macan Kemayoran mampu mencatatkan penguasaan bola yang cukup dominan pada babak pertama dan beberapa kali mencoba membongkar pertahanan tuan rumah. Witan Sulaeman mendapatkan salah satu peluang setelah memperoleh ruang untuk melepaskan tembakan, tetapi bola masih melebar dari sasaran. Borneo FC tidak tinggal diam dan tetap memberikan ancaman melalui serangan yang dibangun dari berbagai sisi. Tuan rumah mampu mencatatkan sejumlah tembakan tepat sasaran sehingga pertahanan Persija harus bekerja disiplin. Duel di lini tengah berlangsung cukup ketat karena kedua tim sama-sama berusaha mengendalikan tempo pertandingan. Persija kemudian menemukan momentum penting menjelang berakhirnya babak pertama ketika serangan dari sisi kanan menghasilkan gol pembuka.
Gol kemenangan Persija bermula dari pergerakan Kerim Memija yang mendapatkan ruang untuk mengirimkan umpan silang dari sisi kanan. Bola yang diarahkan menuju kotak penalti kemudian disambut Alexander Jeremejeff dengan sundulan yang gagal dihentikan pertahanan dan penjaga gawang Borneo FC. Gol tersebut membawa Persija unggul 1-0 sekaligus memberikan keuntungan psikologis sebelum pertandingan memasuki jeda. Jeremejeff menunjukkan efektivitasnya dengan memanfaatkan salah satu kesempatan penting yang diperoleh Macan Kemayoran. Kehadiran penyerang asal Swedia tersebut memberikan pilihan berbeda bagi Persija dalam menyelesaikan serangan dari situasi umpan silang. Kerja sama dengan Memija juga memperlihatkan bagaimana Persija dapat memanfaatkan lebar lapangan untuk menciptakan peluang. Keunggulan satu gol kemudian menjadi modal yang harus dipertahankan ketika Borneo FC meningkatkan intensitas permainan pada babak kedua.
Setelah turun minum, Borneo FC tampil lebih agresif karena membutuhkan gol untuk menyamakan kedudukan. Pesut Etam meningkatkan tekanan dan memaksa Persija lebih banyak bekerja di wilayah pertahanan sendiri. Moussa Diarra menjadi salah satu pemain yang beberapa kali mencoba memberikan ancaman kepada lini belakang Macan Kemayoran. Peluang berbahaya juga diperoleh Rodrigo Varanda melalui sundulan sekitar menit ke-70, tetapi penjaga gawang Persija masih mampu mengamankan bola. Tekanan tersebut membuat pertandingan menjadi ujian terhadap konsentrasi dan organisasi pertahanan tim tamu. Rizky Ridho dan rekan-rekannya mampu menjaga jarak antarlini sehingga Borneo kesulitan mendapatkan peluang bersih untuk menyamakan kedudukan. Hingga wasit meniup peluit panjang, keunggulan 1-0 tetap bertahan dan Persija berhasil membawa pulang tiga poin dari Samarinda.
Shin Tae-yong mengakui pertandingan pertama tersebut bukan laga yang mudah bagi timnya. Borneo FC dinilai memberikan perlawanan gigih dan terus berusaha mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir. Pelatih asal Korea Selatan itu memberikan penghargaan terhadap kerja keras seluruh pemain Persija yang mampu mempertahankan konsentrasi di tengah tekanan tuan rumah. Menurut Shin, timnya telah mengeluarkan kemampuan secara maksimal untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan. Ia juga menilai pertandingan berjalan kompetitif karena kedua tim sama-sama menunjukkan keinginan besar untuk memenangi laga pembuka. Kemenangan di Samarinda menjadi lebih berarti karena Persija mempunyai catatan kurang baik ketika bermain di kandang Borneo FC dalam beberapa musim terakhir. Shin menyadari keberhasilan memutus catatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri para pemain dalam menghadapi pertandingan berikutnya.
Catatan delapan tahun tanpa kemenangan di markas Borneo FC menjadi salah satu fakta yang membuat hasil tersebut terasa istimewa bagi Persija. Terakhir kali Macan Kemayoran mampu mendapatkan kemenangan di kandang Borneo terjadi pada 12 September 2018. Setelah itu, berbagai kunjungan Persija ke markas Pesut Etam tidak menghasilkan tiga poin penuh. Shin bahkan menyinggung catatan tersebut setelah pertandingan dan menyebut kemenangan kali ini sebagai yang pertama bagi Persija di sana dalam kurun waktu sekitar delapan tahun. Rekor tersebut akhirnya terputus tepat ketika pelatih baru memulai perjalanan liga bersama Macan Kemayoran. Meski demikian, kemenangan satu pertandingan belum dapat dijadikan ukuran keberhasilan Persija sepanjang musim. Tim masih harus menunjukkan konsistensi karena kompetisi baru memasuki pekan pertama dan perjalanan menuju target akhir masih sangat panjang.
Bagi Shin, pertandingan di Samarinda menjadi langkah awal dari tantangan barunya di sepak bola Indonesia pada level klub. Persija resmi menunjuknya sebagai pelatih untuk mengarungi musim 2026/2027 dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Ia menjadi pelatih asal Korea Selatan pertama yang menangani Macan Kemayoran dalam sejarah klub. Sebelumnya, Shin lebih dikenal publik Indonesia melalui kiprahnya bersama Timnas Indonesia selama sekitar lima tahun. Pengalamannya tersebut membuat dirinya telah memahami karakter pemain, atmosfer kompetisi, serta besarnya ekspektasi publik sepak bola nasional. Persija memilih Shin dengan pertimbangan pengalaman teknis, kemampuan membangun mentalitas tim, serta rekam jejaknya dalam mengembangkan pemain muda. Klub berharap kombinasi tersebut dapat membantu Persija membangun tim yang kompetitif dalam jangka panjang.
Kemenangan atas Borneo juga menjadi modal penting karena Persija akan menghadapi pertandingan dengan tingkat tekanan yang tidak kalah besar pada pekan berikutnya. Macan Kemayoran dijadwalkan menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 12 September 2026. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian berbeda karena rivalitas Persija dan Persib selalu menghadirkan tuntutan tinggi bagi pemain maupun pelatih. Shin mempunyai waktu sekitar satu pekan untuk mengevaluasi permainan tim setelah pertandingan di Samarinda. Meski berhasil menang, terdapat sejumlah aspek yang masih dapat diperbaiki, terutama kemampuan mempertahankan penguasaan bola ketika mendapatkan tekanan pada babak kedua. Persija juga perlu meningkatkan efektivitas dalam menciptakan peluang agar tidak terlalu bergantung pada keunggulan tipis. Kondisi fisik pemain akan menjadi perhatian karena intensitas pertandingan pembuka cukup tinggi. Kemenangan pertama setidaknya memberikan suasana positif bagi tim sebelum menghadapi laga berikutnya.
Dari sisi kompetisi, tambahan tiga poin membuat Persija dapat memulai musim tanpa harus mengejar ketertinggalan sejak pekan pertama. Sebaliknya, Borneo FC harus menerima kekalahan kandang meskipun mampu memberikan tekanan cukup besar terutama setelah jeda. Hasil pertandingan menunjukkan Persija mampu bermain pragmatis ketika situasi menuntut tim lebih banyak bertahan. Kemampuan menjaga keunggulan tipis menjadi salah satu aspek penting dalam persaingan liga yang panjang karena tidak setiap pertandingan dapat dimenangkan dengan skor besar. Shin dikenal memberikan perhatian besar terhadap kebugaran, disiplin posisi, dan intensitas permainan sehingga karakter tersebut mulai terlihat dalam pertandingan pertamanya di liga. Namun, konsistensi penerapan pendekatan tersebut masih harus dibuktikan dalam pertandingan berikutnya. Lawan-lawan Persija juga akan melakukan analisis terhadap pola permainan yang diterapkan sehingga variasi taktik akan semakin dibutuhkan. Perjalanan musim baru masih panjang dan hasil di Samarinda baru menjadi fondasi awal.
Debut kemenangan Shin Tae-yong pada akhirnya memberikan dua hasil sekaligus bagi Persija, yakni tiga poin pertama dan berakhirnya penantian sekitar delapan tahun untuk kembali menang di kandang Borneo FC. Alexander Jeremejeff mencatatkan namanya sebagai pencetak gol yang menentukan terciptanya momen tersebut, sementara pertahanan Persija berhasil mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai. Shin memilih memberikan penghargaan kepada kerja keras pemain daripada terlalu larut dalam pencapaian pribadi pada laga debutnya. Tantangan berikutnya akan datang dengan cepat ketika Persija menghadapi Persib Bandung dalam pertandingan yang memiliki tekanan dan atmosfer berbeda. Kemenangan di Samarinda dapat menjadi modal kepercayaan diri, tetapi Macan Kemayoran tetap membutuhkan peningkatan untuk menjaga konsistensi sepanjang musim. Bagi Shin, keberhasilan memecahkan catatan buruk delapan tahun menjadi pembuka yang positif dalam perjalanan barunya sebagai pelatih klub di Indonesia. Persija kini memiliki kesempatan menggunakan momentum tersebut untuk membangun awal musim yang lebih kuat dan menjaga persaingan di papan atas Super League 2026/2027.




