Jakarta, 7 September 2026 – Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro menyampaikan harapan agar media-media di kawasan Asia-Pasifik semakin memperkuat kerja sama di tengah perubahan besar industri informasi dan perkembangan teknologi digital. Kolaborasi dinilai semakin penting karena media menghadapi arus informasi yang bergerak cepat, perkembangan kecerdasan buatan, serta tantangan menjaga akurasi dan kredibilitas pemberitaan. Harapan tersebut disampaikan dalam Forum Media Asia-Pasifik atau Asia-Pacific Media Forum (APMF) yang digelar di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China, pada Sabtu, 5 September 2026. Forum itu menjadi ruang pertemuan bagi ratusan perwakilan media, lembaga pemikir, serta organisasi terkait dari berbagai negara dan wilayah. ANTARA menyatakan siap memperkuat hubungan dengan mitra media internasional melalui berbagai bentuk pertukaran yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu media memainkan peran konstruktif dalam mendukung pembangunan dan kemakmuran kawasan Asia-Pasifik.
Forum Media Asia-Pasifik 2026 dihadiri sekitar 400 peserta dari 40 negara dan wilayah, termasuk perwakilan sekitar 220 media arus utama, lembaga pemikir, dan institusi terkait. Kegiatan tersebut mengangkat tema mengenai pembangunan jalan menuju kemakmuran bersama bagi komunitas Asia-Pasifik melalui konsensus dan aksi media. Penyelenggaraan forum juga berkaitan dengan persiapan Shenzhen sebagai lokasi Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC pada 18–19 November 2026. Kehadiran media dari berbagai negara memberikan kesempatan untuk membahas tantangan bersama yang muncul akibat perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat. Perbedaan latar belakang budaya, bahasa, sistem politik, dan kondisi nasional membuat pertukaran informasi antarmedia semakin diperlukan. Melalui komunikasi yang lebih intensif, media diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai negara dan kawasan lain secara lebih utuh.
Virgandhi menilai luas dan beragamnya kawasan Asia-Pasifik membuat pertukaran media mempunyai peranan strategis dalam membangun saling pengertian. Kerja sama dapat dikembangkan melalui pertukaran berita, pembuatan konten bersama, berbagi informasi, hingga pertukaran personel jurnalistik. Bentuk kolaborasi tersebut memungkinkan jurnalis mendapatkan perspektif yang lebih luas ketika meliput persoalan regional maupun internasional. Selain itu, media dapat melakukan pembelajaran bersama mengenai cara menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Pertukaran pengalaman dinilai relevan karena setiap perusahaan media mempunyai tantangan berbeda dalam melakukan transformasi digital. Kolaborasi kemudian dapat menjadi sarana untuk menemukan pendekatan baru tanpa meninggalkan prinsip ketepatan, akurasi, dan kepentingan publik.
ANTARA juga menyatakan dukungan terhadap Konsensus Shenzhen Forum Media Asia-Pasifik 2026 yang dicapai dalam pertemuan tersebut. Kantor berita nasional Indonesia itu siap ikut mempromosikan semangat kerja sama yang dituangkan dalam konsensus, termasuk menghadapi disrupsi informasi digital. Salah satu gagasan yang didorong adalah memperdalam kolaborasi melalui peliputan bersama, pembelajaran kolaboratif, serta berbagi pengetahuan mengenai perkembangan kawasan. Model tersebut dapat menciptakan platform pertukaran intelektual sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat di negara-negara anggota APEC. Perubahan ekosistem informasi membuat kolaborasi menjadi semakin relevan karena informasi dapat melintasi batas negara hanya dalam hitungan detik. Pada saat bersamaan, kecepatan tersebut menuntut media mempertahankan proses verifikasi agar informasi yang diterima masyarakat tetap dapat dipercaya.
Perkembangan kecerdasan buatan menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam transformasi media. ANTARA saat ini juga sedang menjalani proses adaptasi untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sekaligus mempertahankan standar jurnalistik. Teknologi dapat membantu mempercepat berbagai tahapan pekerjaan, tetapi keputusan editorial dan verifikasi informasi tetap menjadi bagian penting dalam produksi berita. Virgandhi menilai media harus mampu mengikuti kecepatan perkembangan informasi tanpa mengorbankan ketepatan dan akurasi. Tantangan tersebut tidak hanya dihadapi media Indonesia, melainkan juga perusahaan media di berbagai negara Asia-Pasifik. Forum internasional memberikan kesempatan bagi masing-masing pihak untuk mempelajari strategi transformasi yang telah diterapkan oleh organisasi media lainnya.
Dalam forum tersebut, ANTARA turut memperkenalkan perannya sebagai kantor berita nasional Indonesia yang mempunyai sejarah panjang sejak masa perjuangan kemerdekaan. ANTARA menjadi salah satu media yang menyiarkan kabar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 dan terus berkembang mengikuti perubahan industri informasi. Saat ini jaringan ANTARA mencakup 32 biro domestik serta dua biro internasional di Kuala Lumpur dan Beijing. Kantor berita tersebut juga menjalankan berbagai kemitraan komersial maupun nonkomersial dengan organisasi media dari sejumlah negara. Salah satu hubungan kerja sama internasional yang telah berlangsung lama adalah pertukaran berita dengan Xinhua sejak 1957. Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi ANTARA untuk terus memperluas jaringan kerja sama di kawasan Asia-Pasifik.
Selain mengikuti forum, Virgandhi melakukan pertemuan dengan Wakil Direktur Xinhua Xi Yanchun untuk membahas peluang pengembangan hubungan kedua kantor berita. Dalam pertemuan tersebut, ANTARA mengungkapkan harapan dapat mengembangkan layanan berita berbahasa Mandarin pada masa mendatang. Saat ini layanan berita ANTARA tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris, sedangkan kebutuhan informasi mengenai China di Indonesia dinilai cukup besar. Kehadiran layanan dalam bahasa Mandarin berpotensi memperluas distribusi informasi sekaligus menjangkau pembaca dan mitra baru. Kerja sama media juga dapat mendukung hubungan masyarakat kedua negara yang semakin intensif dalam bidang ekonomi, pariwisata, budaya, dan berbagai sektor lainnya. Pertukaran informasi yang lebih luas diharapkan membantu masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan di masing-masing negara.
Xinhua menyampaikan Indonesia memiliki posisi penting dalam jaringan internasional kantor berita tersebut. Xi Yanchun menjelaskan Xinhua memiliki 184 kantor perwakilan di luar negeri yang terbagi dalam tujuh kawasan besar, dengan Indonesia termasuk dalam wilayah Asia-Pasifik. Jumlah personel yang ditempatkan di Indonesia disebut lebih banyak dibandingkan di sejumlah negara lain karena pentingnya posisi Indonesia bagi jaringan Xinhua. Kantor di Indonesia juga mempunyai tanggung jawab terhadap sejumlah kantor perwakilan lain di kawasan. Kondisi tersebut menunjukkan hubungan media Indonesia dan China mempunyai ruang yang cukup besar untuk terus dikembangkan. Kedekatan hubungan kedua negara menjelang penyelenggaraan APEC 2026 turut membuka peluang bagi peningkatan pertukaran berita dan kegiatan jurnalistik.
Langkah konkret penguatan kerja sama juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara ANTARA dan Nanfang Media Group yang berbasis di Guangzhou, Guangdong. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama dan pertukaran konten berita sebagai bagian dari upaya memperluas hubungan antarmedia. Selain ANTARA, sejumlah organisasi media dari China, Peru, Myanmar, Rusia, Malaysia, dan Hong Kong juga menandatangani berbagai dokumen kerja sama dalam rangkaian forum. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa pertemuan tidak hanya menghasilkan diskusi mengenai tantangan industri, tetapi juga membuka hubungan kelembagaan secara langsung. Kerja sama konten dapat memperluas akses terhadap informasi lokal yang sulit diperoleh apabila media hanya mengandalkan peliputan dari jarak jauh. Pada saat bersamaan, standar verifikasi dan independensi editorial tetap menjadi bagian penting ketika konten dipertukarkan antarlembaga.
Virgandhi berharap kerja sama yang dibangun melalui Forum Media Asia-Pasifik tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan. Media dapat memanfaatkan jaringan tersebut untuk memperkuat pertukaran berita, meningkatkan kapasitas jurnalis, mengembangkan produksi konten bersama, dan berbagi pengetahuan mengenai transformasi digital. Tantangan berupa kecerdasan buatan, disinformasi, perubahan perilaku pembaca, serta kecepatan penyebaran informasi membutuhkan respons yang terus berkembang. Di tengah kondisi tersebut, kredibilitas dan akurasi tetap menjadi modal utama agar media mempertahankan kepercayaan masyarakat. ANTARA menyatakan komitmennya untuk terus menghasilkan pemberitaan yang berwibawa sekaligus memperkuat hubungan dengan mitra internasional. Kolaborasi media Asia-Pasifik diharapkan pada akhirnya tidak hanya memperkuat industri informasi, tetapi juga membantu membangun pemahaman dan kemakmuran bersama di kawasan.






