Jember, 8 September 2026 – Universitas Jember (Unej) bersama Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) menyiapkan sejumlah skema khusus untuk memfasilitasi peserta Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII 2026 yang mengalami kendala perjalanan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Gangguan penerbangan menyebabkan sejumlah kontingen mengalami keterlambatan perjalanan menuju Jember menjelang dimulainya rangkaian perlombaan. Dari total 891 peserta, tercatat sebanyak 34 peserta dari 14 tangkai lomba menghadapi kendala perjalanan akibat kondisi tersebut. Panitia memastikan mereka tetap mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi dengan menyesuaikan jadwal maupun mekanisme penampilan. Kebijakan tersebut dilakukan agar gangguan perjalanan yang berada di luar kendali peserta tidak secara otomatis menghilangkan kesempatan mereka berlomba di ajang seni mahasiswa tingkat nasional.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unej Fendi Setyawan mengatakan sebagian peserta mengalami penundaan penerbangan setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau memengaruhi transportasi udara. Panitia kemudian berkoordinasi dengan BPSMI Pusat serta dewan juri untuk menentukan langkah yang dapat mengakomodasi peserta terdampak tanpa mengabaikan ketentuan kompetisi. Salah satu opsi yang disiapkan adalah memberikan kesempatan kepada peserta yang terlambat untuk tampil pada hari berikutnya. Panitia juga dapat menempatkan peserta tersebut pada urutan penampilan terakhir apabila mereka masih memiliki kemungkinan tiba di Jember pada hari perlombaan. Penyesuaian itu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing kontingen serta keputusan dewan juri.
Untuk peserta yang benar-benar tidak memungkinkan hadir secara langsung, Unej juga menyiapkan opsi mengikuti perlombaan secara daring. Fasilitas konferensi video melalui Zoom dapat disediakan sehingga peserta tetap mempunyai kesempatan menunjukkan karya atau penampilannya dari lokasi masing-masing. Namun, mekanisme penilaian untuk peserta yang menggunakan skema tersebut tetap menjadi diskresi dewan juri sesuai karakter setiap tangkai lomba. Unej sebagai penyelenggara berfokus menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan agar seluruh peserta dapat tetap terlibat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk respons terhadap situasi darurat yang muncul hanya beberapa hari menjelang pelaksanaan kompetisi.
Pemantauan terhadap peserta yang belum tiba dilakukan dengan melibatkan liaison officer atau LO dari kalangan mahasiswa Unej. Setiap LO bertugas mendampingi kontingen sekaligus menjadi penghubung dengan panitia selama berada di Jember. Mereka juga diminta melaporkan perkembangan perjalanan kontingen, termasuk peserta yang sudah tiba, masih mengalami keterlambatan maupun dipastikan tidak dapat hadir secara langsung. Mahasiswa yang menjadi LO antara lain berasal dari unsur duta kampus dan duta fakultas sehingga dapat membantu peserta memperoleh informasi mengenai perlombaan maupun kebutuhan selama kegiatan. Sistem pendampingan tersebut memungkinkan panitia mengetahui kondisi masing-masing kontingen secara lebih cepat dan menentukan penyesuaian yang diperlukan.
Perwakilan BPSMI Pusat Eko Sri Haryanto menjelaskan pemberian penyesuaian kepada peserta terdampak sejalan dengan semangat pembinaan dalam penyelenggaraan Peksiminas. Kompetisi tersebut tidak hanya diarahkan untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi ruang pertemuan talenta seni mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, peserta yang sebenarnya telah mempersiapkan diri tetapi menghadapi penundaan maupun pembatalan perjalanan akibat kondisi bencana perlu memperoleh kesempatan yang proporsional. Diskresi dapat diberikan melalui perubahan urutan penampilan, penjadwalan ulang maupun pilihan mengikuti kegiatan secara daring apabila situasi tidak memungkinkan kehadiran fisik. Namun, setiap penyesuaian tetap mempertimbangkan prinsip keadilan bagi seluruh peserta yang mengikuti perlombaan.
Peksiminas XVIII 2026 dipusatkan di Universitas Jember dengan rangkaian kegiatan berlangsung pada 7–11 September. Ajang tersebut mempertandingkan 15 tangkai seni yang mencakup bidang seni pertunjukan, sastra hingga seni rupa, dengan peserta merupakan perwakilan hasil seleksi tingkat daerah. Pelaksanaan kompetisi dimulai secara bertahap pada Selasa, 8 September, setelah registrasi, kunjungan lokasi dan pertemuan teknis dilakukan. Sejumlah perlombaan yang mulai berlangsung pada hari pertama antara lain baca puisi putri, fotografi dan komik strip, sedangkan pembukaan Peksiminas XVIII dijadwalkan berlangsung pada malam hari. Unej menjadi pusat kegiatan dengan sejumlah fakultas dan fasilitas kampus digunakan sebagai lokasi pertandingan untuk berbagai tangkai seni.
Gangguan perjalanan peserta tidak terlepas dari dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap transportasi udara sejak akhir pekan lalu. Erupsi tersebut menyebabkan aktivitas penerbangan di sejumlah bandara terganggu setelah abu vulkanik menyebar ke ruang udara dan memengaruhi jalur penerbangan. Sedikitnya delapan bandara sempat terdampak, sementara lebih dari 1.500 penerbangan dan sekitar 170.000 penumpang mengalami gangguan pada Minggu. Kondisi tersebut turut memengaruhi perjalanan kontingen Peksiminas yang harus menuju Jawa Timur menggunakan penerbangan dari daerah masing-masing. Meski sejumlah bandara kemudian mulai kembali beroperasi, dampak keterlambatan dan perubahan jadwal penerbangan masih dirasakan peserta yang sedang menuju Jember.
Di tengah penyesuaian tersebut, Unej memastikan persiapan penyelenggaraan Peksiminas tetap berjalan sesuai agenda. Kontingen yang telah tiba diarahkan menjalani registrasi, mengenali lokasi perlombaan dan mempersiapkan diri menghadapi rangkaian kompetisi. Selain pertandingan, Peksiminas juga dirancang sebagai ruang pertemuan mahasiswa dari berbagai wilayah untuk membangun jejaring dan bertukar pengalaman dalam pengembangan seni. Penyelenggara turut menghadirkan Pasar Peksiminas yang melibatkan UMKM serta membuka ruang interaksi antara peserta dengan masyarakat. Sejumlah tangkai lomba juga mengangkat potensi lokal sebagai bagian dari tema karya sehingga penyelenggaraan kompetisi dapat sekaligus memperkenalkan karakter dan kekayaan budaya daerah.
Fasilitasi bagi 34 peserta yang terkendala perjalanan menjadi bagian dari upaya Unej dan BPSMI menjaga Peksiminas XVIII tetap inklusif di tengah situasi tidak terduga akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Panitia akan terus memantau perkembangan kedatangan masing-masing kontingen dan menyesuaikan penampilan berdasarkan kondisi aktual serta pertimbangan dewan juri. Peserta yang masih dapat mencapai Jember akan diupayakan memperoleh jadwal pengganti atau urutan tampil yang memungkinkan, sedangkan opsi daring disiapkan sebagai alternatif terakhir bagi mereka yang tidak dapat hadir. Dengan mekanisme tersebut, gangguan transportasi diharapkan tidak menghilangkan kesempatan mahasiswa yang telah lolos seleksi untuk menampilkan kemampuan terbaiknya. Peksiminas XVIII pun tetap diarahkan menjadi ruang kompetisi sekaligus pembinaan dan pertemuan talenta seni mahasiswa dari berbagai daerah Indonesia.





