AI Dominasi Forbes 400, Ini 10 Miliarder Pendatang Baru dengan Kekayaan Fantastis

Nasional18 Dilihat

Jakarta, 19 September 2026 – Daftar Forbes 400 Orang Terkaya Amerika Serikat edisi 2026 kedatangan puluhan nama baru di tengah lonjakan kekayaan para pengusaha teknologi. Sebanyak 34 miliarder berhasil masuk dalam daftar bergengsi tersebut untuk pertama kalinya, meningkat tajam dibandingkan 14 pendatang baru pada tahun sebelumnya. Untuk bisa masuk Forbes 400 tahun ini, seseorang harus memiliki kekayaan sedikitnya US$4,4 miliar, naik US$600 juta dibandingkan ambang batas 2025. Secara keseluruhan, kekayaan 400 orang terkaya Amerika Serikat mencapai rekor sekitar US$8 triliun. Adapun 34 pendatang baru memiliki total kekayaan sekitar US$321 miliar. Ledakan valuasi perusahaan kecerdasan buatan menjadi salah satu faktor terbesar yang melahirkan kelompok miliarder baru tersebut.

Greg Brockman menjadi pendatang baru dengan kekayaan terbesar dalam Forbes 400 tahun ini. Salah satu pendiri OpenAI tersebut memiliki kekayaan bersih yang diperkirakan mencapai US$25,5 miliar dan menempati peringkat ke-45 dalam daftar keseluruhan. Kekayaannya terutama berasal dari kepemilikan di OpenAI, perusahaan kecerdasan buatan yang mengalami peningkatan valuasi sangat besar dalam beberapa tahun terakhir. Brockman yang berusia 37 tahun bahkan memiliki kekayaan jauh di atas CEO OpenAI Sam Altman, yang diperkirakan memiliki kekayaan sekitar US$3,3 miliar. Forbes menggunakan data kekayaan per 4 September 2026 dalam menyusun daftar tahun ini. Posisi Brockman menunjukkan besarnya dampak perkembangan industri kecerdasan buatan terhadap peta kekayaan baru di Amerika Serikat.

Posisi berikutnya ditempati Brett Adcock yang berusia 40 tahun dengan estimasi kekayaan US$23,4 miliar. Sumber utama kekayaannya berasal dari industri robotika, terutama melalui Figure AI yang dikembangkannya. Perusahaan tersebut berfokus pada pengembangan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk melakukan berbagai pekerjaan fisik. Valuasi perusahaan yang meningkat pesat membuat nilai kepemilikan Adcock ikut melonjak dan membawanya masuk dalam kelompok orang terkaya Amerika Serikat. Setelah Adcock terdapat Antonio Gracias yang berusia 55 tahun dengan kekayaan sekitar US$17,1 miliar dari sektor investasi. Nama berikutnya adalah Peter Mallouk, pengusaha berusia 56 tahun yang memiliki kekayaan sekitar US$16,5 miliar dari bisnis perencanaan dan pengelolaan kekayaan.

Enam posisi selanjutnya dalam kelompok 10 pendatang baru dengan kekayaan terbesar didominasi para pendiri Anthropic. Daniela Amodei berada di kelompok tersebut dengan kekayaan diperkirakan mencapai US$15,5 miliar pada usia 39 tahun. Ia merupakan presiden sekaligus salah satu pendiri Anthropic, perusahaan pengembang kecerdasan buatan yang dikenal melalui Claude. Dario Amodei yang berusia 43 tahun juga memiliki estimasi kekayaan US$15,5 miliar dan menjabat sebagai CEO Anthropic. Valuasi perusahaan yang melonjak membuat kepemilikan para pendirinya mengalami peningkatan nilai yang sangat besar. Daniela bahkan menjadi perempuan terkaya yang baru masuk Forbes 400 pada 2026 dan berada di antara perempuan self-made terkaya di Amerika Serikat.

Selain Daniela dan Dario Amodei, empat pendiri Anthropic lainnya turut masuk kelompok 10 pendatang baru tersebut dengan estimasi kekayaan yang sama. Tom Brown yang berusia 39 tahun diperkirakan memiliki kekayaan US$15,5 miliar. Jack Clark yang berusia 37 tahun juga tercatat dengan kekayaan sekitar US$15,5 miliar. Jared Kaplan, 42 tahun, memiliki estimasi kekayaan dengan nilai serupa, begitu pula Sam McCandlish yang berusia 36 tahun. Dengan demikian, enam dari sepuluh nama dalam kelompok pendatang baru dengan kekayaan terbesar berasal dari satu perusahaan kecerdasan buatan. Kehadiran mereka memperlihatkan bagaimana lonjakan valuasi perusahaan AI swasta mampu menciptakan kekayaan dalam skala puluhan miliar dolar dalam waktu relatif singkat.

Secara berurutan, 10 miliarder pendatang baru dengan kekayaan terbesar itu terdiri atas Greg Brockman dengan US$25,5 miliar, Brett Adcock US$23,4 miliar, Antonio Gracias US$17,1 miliar dan Peter Mallouk US$16,5 miliar. Selanjutnya terdapat Daniela Amodei, Dario Amodei, Tom Brown, Jack Clark, Jared Kaplan dan Sam McCandlish yang masing-masing memiliki estimasi kekayaan US$15,5 miliar. Komposisi tersebut memperlihatkan dominasi sektor teknologi, terutama kecerdasan buatan, dalam menciptakan pendatang baru di jajaran orang terkaya Amerika Serikat. Forbes mencatat lebih dari selusin pendatang baru tahun ini memperoleh sebagian besar kekayaannya dari ledakan industri AI. Meski demikian, jalur menuju Forbes 400 tetap datang dari sektor lain seperti investasi, pengelolaan kekayaan, logistik dan berbagai industri konvensional.

Jumlah 34 pendatang baru pada 2026 juga menjadi salah satu angka tertinggi dalam dua dekade terakhir. Forbes mencatat jumlah tersebut hanya berada di bawah 2007, ketika terdapat 45 pendatang baru, dan 2021 yang mencatat 44 nama baru. Pencapaian tahun ini menjadi semakin mencolok karena persyaratan kekayaan untuk masuk Forbes 400 justru mencapai rekor tertinggi. Ambang batas US$4,4 miliar membuat banyak miliarder Amerika Serikat tetap tidak cukup kaya untuk memperoleh tempat dalam daftar tersebut. Forbes bahkan memperkirakan terdapat sekitar 590 miliarder Amerika yang berada di bawah batas minimum Forbes 400 pada 2026. Kondisi tersebut menggambarkan peningkatan kekayaan yang sangat besar di kelompok teratas sekaligus semakin tingginya persaingan untuk masuk jajaran 400 orang terkaya di negara itu.

Forbes menyusun estimasi kekayaan dengan menghitung berbagai jenis aset yang dimiliki setiap individu. Perhitungan dapat mencakup kepemilikan saham perusahaan publik dan swasta, properti, karya seni, pesawat, kapal pesiar, perkebunan, perhiasan hingga koleksi kendaraan. Utang yang dimiliki kemudian dikurangkan dari nilai aset untuk mendapatkan perkiraan kekayaan bersih. Forbes juga tidak memasukkan dana yang telah disumbangkan ke yayasan amal dan donor-advised funds sebagai bagian dari kekayaan individu. Tim penyusun menggunakan dokumen regulator, catatan pengadilan, dokumen perusahaan serta informasi dari manajer aset, penasihat keuangan dan pihak terkait lainnya. Untuk Forbes 400 edisi 2026, nilai kekayaan dihitung berdasarkan harga aset dan saham pada 4 September 2026 sehingga jumlahnya dapat berubah mengikuti perkembangan pasar setelah tanggal tersebut.

Masuknya 34 nama baru memperlihatkan perubahan besar yang sedang berlangsung dalam struktur kekayaan Amerika Serikat. Industri AI bukan lagi hanya menghasilkan perusahaan dengan valuasi tinggi, tetapi juga menciptakan generasi baru miliarder yang mampu menembus Forbes 400 pada usia relatif muda. Greg Brockman menjadi pendatang baru terkaya dengan US$25,5 miliar, sementara enam pendiri Anthropic sekaligus berhasil masuk setelah lonjakan valuasi perusahaan mereka. Secara keseluruhan, kelompok pendatang baru 2026 memiliki kekayaan sekitar US$321 miliar, hampir tiga kali lipat total kekayaan kelompok pendatang baru tahun sebelumnya. Forbes 400 tahun ini pun menjadi gambaran kuat mengenai pergeseran pusat penciptaan kekayaan menuju kecerdasan buatan, robotika dan teknologi digital. Dengan perkembangan valuasi perusahaan teknologi yang masih berlangsung cepat, komposisi daftar orang terkaya Amerika Serikat berpotensi terus mengalami perubahan dalam beberapa tahun mendatang.