210 WNA di Batam Diduga Terlibat Jaringan Scammer Internasional Berkedok Kantor Polisi China

Kriminal, Batam59 Dilihat

Jakarta, 9 Mei 2026 – Sebanyak 210 warga negara asing di Batam diduga terlibat dalam jaringan penipuan online internasional atau scammer yang disebut merupakan bagian dari kelompok operasi ilegal yang sebelumnya beraktivitas di Kamboja.

Kasus tersebut menjadi perhatian besar aparat keamanan setelah ditemukan berbagai barang bukti yang mengindikasikan praktik penipuan digital berskala internasional di sejumlah lokasi di Batam, Kepulauan Riau.

Direktorat Jenderal Imigrasi bersama Kepolisian Republik Indonesia melakukan penggerebekan terhadap beberapa bangunan yang diduga digunakan sebagai pusat operasional jaringan scammer tersebut.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan ruangan yang dirancang menyerupai kantor kepolisian China lengkap dengan atribut, meja pelayanan, hingga perlengkapan komunikasi yang digunakan untuk menjalankan aksi penipuan.

Aparat menduga ruangan tiruan tersebut digunakan untuk meyakinkan korban dalam menjalankan modus penipuan digital yang menyasar warga negara tertentu di luar Indonesia.

Selain properti menyerupai kantor polisi, petugas juga menyita perangkat komputer, telepon seluler, dokumen, serta berbagai alat komunikasi yang diduga digunakan dalam aktivitas penipuan online lintas negara.

Sebagian besar WNA yang diamankan disebut berasal dari sejumlah negara Asia dan diketahui tinggal di Batam dalam beberapa waktu terakhir.

Pengamat keamanan siber menjelaskan bahwa jaringan scammer internasional sering menggunakan modus penyamaran sebagai aparat penegak hukum, petugas bank, atau lembaga resmi untuk menakut-nakuti korban dan meminta transfer uang.

Dalam beberapa tahun terakhir, praktik scam center memang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara dan kerap melibatkan jaringan lintas negara dengan operasional yang berpindah-pindah lokasi.

Kamboja sebelumnya menjadi salah satu negara yang ramai disorot terkait keberadaan pusat penipuan online internasional sebelum banyak jaringan mulai berpindah ke wilayah lain akibat meningkatnya tekanan aparat.

Batam dinilai memiliki posisi strategis karena dekat dengan jalur internasional dan memiliki akses komunikasi yang baik sehingga rawan dimanfaatkan untuk aktivitas siber ilegal.

Polri dan Imigrasi kini masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk jaringan lokal yang membantu operasional kelompok tersebut di Indonesia.

Selain dugaan penipuan online, aparat juga menyelidiki kemungkinan pelanggaran keimigrasian, pencucian uang, hingga tindak pidana perdagangan orang yang berkaitan dengan aktivitas jaringan scammer tersebut.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas digital ilegal dan mencegah Indonesia dijadikan pusat baru operasi kejahatan siber internasional di kawasan Asia Tenggara.

Masyarakat juga diimbau lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan online yang mengatasnamakan aparat penegak hukum, lembaga resmi, maupun institusi keuangan untuk menghindari menjadi korban kejahatan digital.