Kepri Kejar Investasi Rp63,5 Triliun, Dorong Dukungan Pusat untuk Perkuat Wisata Lintas Batas

Ekonomi27 Dilihat

Jakarta, 21 Mei 2026 – Wakil Gubernur Kepulauan Riau meminta dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat pengembangan sektor wisata lintas batas sebagai bagian dari strategi mencapai target investasi daerah sebesar Rp63,5 triliun. Langkah tersebut dinilai penting karena Kepulauan Riau memiliki posisi strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, sehingga berpotensi besar menjadi pusat pertumbuhan pariwisata internasional dan ekonomi regional. Pengamat ekonomi pariwisata menjelaskan bahwa konsep wisata lintas batas kini semakin penting di kawasan Asia Tenggara karena mobilitas wisatawan antarnegara semakin tinggi dan didukung konektivitas transportasi yang terus berkembang.

Pemerintah daerah menilai penguatan sektor pariwisata lintas batas dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan investasi, pertumbuhan UMKM, sektor perhotelan, hingga lapangan kerja masyarakat lokal. Kawasan seperti Batam, Bintan, dan wilayah pesisir lainnya selama ini dikenal memiliki potensi besar sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara karena lokasinya yang dekat dengan pusat ekonomi regional. Pengamat industri pariwisata menjelaskan bahwa wisatawan asing, khususnya dari Singapura dan Malaysia, masih menjadi salah satu pasar utama bagi Kepri karena akses perjalanan yang relatif cepat dan mudah. Oleh sebab itu, dukungan infrastruktur, promosi internasional, dan kebijakan konektivitas dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing kawasan tersebut.

Selain sektor wisata, investasi di Kepulauan Riau juga dipengaruhi perkembangan industri digital, logistik, maritim, dan kawasan ekonomi khusus yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Pengamat ekonomi regional menilai posisi geografis Kepri memberikan keuntungan strategis karena berada di jalur perdagangan internasional yang sangat aktif. Namun untuk memaksimalkan potensi tersebut, pemerintah daerah disebut membutuhkan dukungan lebih besar dari pusat, terutama terkait percepatan infrastruktur transportasi, pengembangan pelabuhan, hingga kemudahan regulasi investasi. Konektivitas lintas negara yang lebih efisien dianggap mampu meningkatkan arus wisatawan sekaligus menarik investor asing masuk ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Di sisi lain, tren wisata lintas batas di Asia Tenggara memang mengalami pertumbuhan pesat setelah mobilitas internasional kembali pulih dalam beberapa tahun terakhir. Banyak wisatawan kini lebih tertarik melakukan perjalanan singkat antarnegara dengan akses cepat dan biaya relatif terjangkau. Pengamat travel menjelaskan bahwa Kepri memiliki peluang besar memanfaatkan tren tersebut karena menawarkan kombinasi wisata pantai, budaya, kuliner, dan resort yang dekat dengan negara tetangga. Jika didukung promosi internasional yang kuat dan fasilitas transportasi yang memadai, kawasan ini dinilai mampu menjadi salah satu pusat wisata regional paling kompetitif di Indonesia.

Target investasi Rp63,5 triliun yang dikejar Kepulauan Riau menunjukkan besarnya ambisi daerah dalam memperkuat posisi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata lintas batas. Pengamat ekonomi menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat akan menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan strategi tersebut. Dengan potensi geografis yang sangat strategis serta meningkatnya tren wisata regional, Kepulauan Riau dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu gerbang utama pariwisata internasional Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

News Feed