Harga Pinang Tembus Rp22 Ribu per Kilogram, Warga Lingga Ramai Beralih Jadi Petani

Berita, Nasional44 Dilihat

Jakarta, 3 Mei 2026 – Lonjakan harga komoditas pinang hingga mencapai Rp22 ribu per kilogram mendorong perubahan mata pencaharian warga di wilayah Lingga, Kepulauan Riau. Banyak masyarakat yang sebelumnya bekerja di sektor lain kini mulai beralih menjadi petani pinang.

Kenaikan harga tersebut dinilai memberikan peluang ekonomi yang menjanjikan. Permintaan pasar yang tinggi, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor, menjadi salah satu faktor utama meningkatnya nilai jual pinang.

Sejumlah warga mengaku tertarik untuk menanam pinang karena dinilai lebih menguntungkan dibanding pekerjaan sebelumnya. Selain itu, tanaman ini juga relatif mudah dibudidayakan dengan perawatan yang tidak terlalu rumit.

Pemerintah daerah setempat disebut turut memberikan dukungan melalui penyuluhan dan pendampingan bagi para petani baru. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas hasil panen tetap terjaga serta meningkatkan produktivitas.

Pengamat ekonomi menilai fenomena ini sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap peluang pasar. Perubahan mata pencaharian menjadi hal yang wajar ketika terdapat sektor yang dinilai lebih menguntungkan.

Meski demikian, para petani diingatkan untuk tetap memperhatikan keberlanjutan produksi serta tidak hanya bergantung pada satu komoditas. Diversifikasi usaha dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Dengan harga yang terus meningkat, komoditas pinang kini menjadi salah satu sektor yang menjanjikan bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang baru dalam meningkatkan kesejahteraan.