Jakarta, 4 September 2026 – Pemerintah Meksiko menyita sekitar 16,8 ton metamfetamina dalam operasi besar pemberantasan narkotika di negara bagian Sinaloa, wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas kelompok perdagangan narkoba terbesar di negara tersebut. Operasi dilakukan aparat federal melalui tiga tindakan berbeda pada 2 dan 3 September 2026 di sekitar Corralejo dan Corral Viejo. Selain menyita narkoba dalam berbagai tahap produksi, aparat menemukan dan menonaktifkan tiga laboratorium clandestine yang digunakan untuk memproduksi narkotika sintetis dalam jumlah besar. Salah satu fasilitas yang ditemukan memiliki luas sekitar 5.700 meter persegi dan disebut sebagai laboratorium metamfetamina terbesar kedua yang berhasil dibongkar selama pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum. Pemerintah menilai operasi tersebut memberikan pukulan besar terhadap kemampuan produksi, logistik, dan keuangan organisasi kriminal.
Operasi melibatkan personel Angkatan Laut Meksiko yang bekerja sama dengan Kejaksaan Agung serta Kementerian Keamanan dan Perlindungan Warga. Penemuan fasilitas tersebut merupakan hasil operasi intelijen angkatan laut dan penyelidikan terhadap jaringan produksi narkotika sintetis di kawasan Sinaloa. Aparat kemudian melakukan penyisiran terhadap sejumlah lokasi yang dicurigai digunakan untuk memproduksi dan menyimpan bahan narkotika. Dari tiga lokasi tersebut, petugas menemukan sekitar 16,8 ton zat yang diduga metamfetamina dalam berbagai tahapan produksi serta 645 liter produk yang masih berada dalam proses pemasakan. Ribuan liter bahan kimia dan beberapa ton zat padat yang dapat digunakan sebagai bahan produksi juga diamankan.
Temuan terbesar diperoleh dalam operasi pada 3 September di sekitar Corralejo. Aparat menemukan sebuah kompleks produksi narkoba dengan luas sekitar 5.700 meter persegi yang memiliki kapasitas produksi dalam skala sangat besar. Di fasilitas tersebut ditemukan sekitar 16.350 kilogram zat yang diduga metamfetamina dalam berbagai tahap pengolahan. Petugas juga mengamankan sekitar 4.350 liter prekursor, bahan kimia esensial, dan zat penggunaan ganda serta sekitar 5.700 kilogram bahan padat yang diduga digunakan dalam proses produksi. Berdasarkan kapasitas dan volume produksi yang ditemukan, fasilitas tersebut dikategorikan sebagai laboratorium clandestine terbesar kedua yang dinonaktifkan selama pemerintahan Sheinbaum.
Pemerintah Meksiko memperkirakan penghentian operasi kompleks tersebut menimbulkan kerugian ekonomi sekitar 347 juta dolar AS terhadap organisasi kriminal yang mengoperasikannya. Perhitungan tersebut tidak hanya mempertimbangkan narkotika yang berhasil disita, tetapi juga hilangnya fasilitas produksi dan bahan baku dalam jumlah besar. Penghancuran infrastruktur produksi dinilai penting karena dapat mengurangi kemampuan kelompok kriminal menghasilkan narkotika sintetis dalam skala industri. Tanpa fasilitas dan bahan kimia tersebut, jaringan yang mengoperasikannya membutuhkan waktu dan biaya untuk kembali membangun kapasitas produksi. Pemerintah karena itu menempatkan penutupan laboratorium sebagai bagian penting dari strategi untuk melemahkan sumber pendapatan kelompok kriminal.
Operasi pertama pada 2 September juga menemukan fasilitas produksi lain di sekitar Corralejo dengan luas sekitar 800 meter persegi. Di lokasi tersebut aparat menyita sekitar 300 kilogram metamfetamina yang telah selesai diproduksi dan 645 liter produk yang masih dalam proses pengolahan. Selain itu, petugas menemukan sekitar 450 liter serta 165 kilogram prekursor, bahan kimia esensial, dan zat penggunaan ganda. Berbagai peralatan yang digunakan dalam proses produksi narkotika sintetis turut ditemukan dan diamankan. Seluruh material kemudian dicatat sebagai barang bukti sebelum fasilitas tersebut dinonaktifkan sesuai prosedur yang berlaku.
Pada hari yang sama, aparat melakukan operasi kedua di sekitar Corral Viejo dan menemukan laboratorium lain dengan luas sekitar 450 meter persegi. Fasilitas tersebut menyimpan sekitar 160 kilogram zat yang diduga metamfetamina dalam kondisi siap, sekitar 200 liter bahan kimia esensial, serta 1.750 kilogram zat penggunaan ganda. Aparat juga menemukan berbagai peralatan seperti alat pembakar, wadah produksi, generator listrik, timbangan, dan perlengkapan lainnya. Keberadaan peralatan tersebut memperlihatkan fasilitas telah dipersiapkan untuk mendukung proses produksi secara berkelanjutan. Setelah seluruh barang bukti didata, laboratorium tersebut juga dinonaktifkan agar tidak dapat kembali digunakan.
Secara keseluruhan, tiga fasilitas yang ditemukan memiliki luas gabungan sekitar 6.950 meter persegi. Skala tersebut menunjukkan besarnya infrastruktur yang digunakan untuk memproduksi narkotika sintetis di kawasan Sinaloa. Aparat tidak hanya menghadapi persoalan peredaran produk jadi, tetapi juga jaringan yang mampu memperoleh prekursor, menyediakan peralatan, mengoperasikan fasilitas, dan mendistribusikan hasil produksi. Karena itu, operasi diarahkan untuk memutus seluruh rantai produksi sejak tahap pengadaan bahan hingga distribusi. Penelusuran terhadap pihak yang bertanggung jawab atas fasilitas tersebut juga menjadi bagian penting dalam pengembangan penyelidikan.
Sinaloa memiliki posisi penting dalam peta perdagangan narkotika Meksiko karena wilayah tersebut selama bertahun-tahun menjadi basis berbagai jaringan yang berkaitan dengan Kartel Sinaloa. Kelompok kriminal di kawasan tersebut diketahui memiliki jaringan distribusi yang menjangkau berbagai wilayah dan negara. Namun, keberadaan laboratorium yang ditemukan tetap membutuhkan penyelidikan untuk menentukan secara hukum siapa yang mengendalikan dan memperoleh keuntungan dari fasilitas tersebut. Pemerintah Meksiko dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan operasi terhadap fasilitas produksi narkotika sintetis karena jenis narkoba tersebut dapat diproduksi dalam jumlah besar menggunakan prekursor kimia. Penghancuran laboratorium karena itu dipandang sama pentingnya dengan penyitaan narkotika yang telah siap diedarkan.
Dalam beberapa pekan terakhir, Angkatan Laut Meksiko telah menonaktifkan lima laboratorium narkotika sintetis. Dari rangkaian operasi tersebut, sekitar 18,2 ton metamfetamina telah dikeluarkan dari peredaran bersama sekitar 10 ton dan 6.845 liter prekursor kimia. Pemerintah memperkirakan keseluruhan tindakan tersebut menimbulkan dampak ekonomi lebih dari 400 juta dolar AS terhadap organisasi kriminal. Angka tersebut menunjukkan operasi terbaru di Sinaloa menjadi bagian dari kampanye yang lebih luas untuk mengurangi kemampuan produksi narkotika sintetis. Aparat juga terus mengembangkan operasi intelijen guna menemukan fasilitas lain yang kemungkinan masih beroperasi di wilayah terpencil.
Penyitaan sekitar 16,8 ton metamfetamina dan penonaktifan tiga laboratorium di Sinaloa menjadi salah satu operasi terbesar pemerintah Meksiko terhadap produksi narkotika sintetis sepanjang pemerintahan Claudia Sheinbaum. Pemerintah menilai keberhasilan tersebut tidak hanya berdasarkan jumlah narkoba yang disita, tetapi juga kemampuan aparat menghentikan fasilitas yang memiliki kapasitas produksi dalam skala besar. Penyelidikan berikutnya akan menjadi penting untuk mengungkap jaringan pemasok bahan kimia, pengelola fasilitas, jalur distribusi, serta kelompok kriminal yang berada di belakang kegiatan tersebut. Pemerintah Meksiko juga diperkirakan melanjutkan operasi terhadap laboratorium clandestine lainnya untuk mempersempit kemampuan kelompok kriminal membangun kembali jaringan produksi. Dengan penindakan yang berkelanjutan, pemerintah berharap tekanan terhadap struktur finansial dan logistik perdagangan narkotika dapat semakin diperkuat.
